Kekar dan berotot adalah keingin setiap pria. Sudah menjadi hal yang sering terjadi, beberapa pria mengonsumsi testosteron untuk membangun otot. Namun, bagaimana efeknya bagi tubuh?
Hormon steroid testosteron yang digunakan sebagai obat bagi atlet angkat besi bisa menyebabkan banyak gangguan kesehatan, di antaranya masalah jantung, atrofi buah zakar (pengecilan buah zakar), kehilangan rambut dini; ginekomastia (pertumbuhan payudara), perilaku agresif, permusuhan, berbahaya, dan ceroboh, serta semua risiko menyuntikkan obat, seperti HIV dan infeksi hepatitis (hati).
Remaja yang menyalahgunakan steroid akan kehilangan beberapa sentimeter tinggi badan mereka di kala dewasa, karena testosteron menyebabkan tulang panjang mereka menyatu sebelum masanya, sehingga membatasi pertumbuhan, demikian seperti yang diungkapkan Dr Mehmet C Oz, MD, dalam bukunya berjudul Menjadi Remaja Sehat.
Jadi, jika ada pria di pusat kebugaran yang menawarkan tubuh berotot secara cepat, hormon bukan pilihan terbaik. Tubuh Anda seharusnya bisa menghasilkan testosteron sebanyak itu, bahkan lebih banyak lagi.
Lantas, bagaimana dengan suplemen-suplemen lain yang katanya juga bisa membangun otot? Rupanya hal tersebut tak jauh berbeda. Pasalnya, sebagian besar di antaranya merupakan turunan testosteron seperti androstenedion.
Suplemen testosteron sebaiknya dihindari karena banyak faktor yang merugikan Anda. Banyak atlet angkat besi dan atlet lain mencoba suplemen kreatin, yang menarik air ke dalam otot dan meningkatkan kekuatan. Sayangnya, kreatin menurunkan kelenturan.
Kreatin juga berisiko dan harus dikonsumsi secara tepat sebagaimana disarankan dokter spesialis bedah ortopedi, bukan seperti yang disarankan orang-orang di pusat kebugaran.
“Kami tidak menyarankan, tetapi jika tetap menginginkannya, Anda perlu mengetahui bahwa ginjal Anda dalam keadaan sehat. Jika tidak, jangan pernah mencobanya,” tutur Dr Oz.
(tty)

0 Komentar
Thanks To Comment in Articles